Angka 5 dan 8 Paradigma dalam Pendidikan Karakter

Posted on

Angka dalam dunia pendidikan akankah jadi Paradigma dalam Pendidikan Karakter . Tidak ada seorang pun diantara kita yang tau mulai kapan pendidikan dinilai dengan angka – angka. Hampir semua orang menganggap bahwa jika seorang siswa mendapat nilai 5 maka di cap sebagai orang bodoh atau siswa , tetapi dengan nilai delapan sampai nilai sepuluh pasti siswa tersebut tergolong pandai atau pintar. Padahal faktanya tidak seperti itu. Contoh Ada seseorang Siswa yang tidak pernah mendapat Juara maupun sepuluh besar di kelasnya, tetapi setelah lulus dia menjadi orang sukses.

ANGKA
angka

lalu apakah nilai nilai itu yang jadi penentu masa depannya. tentu tidak , banyak para pendidik masa kini menganggap nilai perkembangan siswa dapat dinilai dari nilai yang didapatkan saat ujian atau ulangan bukan berdasarkan karakter dia. maka Pola Pikir seperti harus dirubah dengan cara membentuk Mental yang Kuat dan tangguh .

karena nilai nilai itu  membuat siswa sering berada dalam dilema, dimana tujuan sekolah untuk mendapatkan ilmu bukan cuma nilai. Tidak mengherankan jika kemudian cara-cara tidak sehat ditempuh oleh siswa demi nilai yang bagus baik dalam ujian maupun ulangan harian (minimal nyontek) demi mendapatkan nilai bagus dan tidak remedi.

Akankah Angka  jadi Paradigma dalam Pendidikan Karakter

Sekolah memang memiliki peranan penting dalam usaha mencerdaskan bangsa. Tentu guru ada kunci di dalamnya. Maju mundurnya sistem pendidikan mau tidak mau menyeret nama sekolah dan guru tentunya. Pendidikan sekarang sudah semakin bergeser pada proyek belaka hanya untuk mencapai kelulusan bukan karakter yang kuat. Apakah fakta demikian memang terjadi dan akankah terus terjadi seperti ini ? Akankah nilai yang berupa angka-angka telah menggeser tujuan utama pendidikan. Walaupun angka tersebut hanya sebuah simbol nilai siswa lalu Adakah pendidikan yang tidak bisa dinilai dengan angka? Mungkinkah jawabannya adalah pendidikan karakter.

Baca juga :  Telinga Manusia Ada 3 Bagian Yang Harus Kamu Tau

Pendidikan karakter ini memang sudah diperdayakan di sekolah-sekolah, namun dalam kenyataannya hanya menjadi harapan kosong. karena ketatnya aturan aturan dan sistem dalam belajar. banyak Guru yang tidak tau makna pendidikan karakter. karena kebanyakan guru hanya mengajar sesuai sistem dan aturan yang berlaku.  dalam kenyataannya sistem pengajaran yang digunakan dari tahun ke tahun masih sama. Nilai tetap menjadi dewa dari suatu sistem pembelajaran saat ini.

Terkadang guru menjelaskan di depan kelas untuk menjelaskan materi dan siswa di belakang tidur pulas. ketika ditegur siswa pun menjawab yang penting ulangan nya bagus ya bu / pak, lalu bagaimana perasaan guru karena merasa tidak di hormati akhirnya guru pun mengajar sesuai sistem yang berlaku. tidak peduli dengan karakter siswa. akhirnya pola Pikir guru dan siswa sama saja yang  penting pada saat ulangan nilainya bagus tidak peduli Paham atau tidaknya siswa.

Ada juga guru yang menyuruh siswanya untuk menulis di papan dan mengerjakan LKS saja, tetapi gurunya entah kemana dan ada dimana. dari mana karakter anak bisa terbangun kalau seperti ini pola pikirnya? guru tidak mengerti karakter karena sistem pembelajaran dan siswa tidak punya karakter yang kuat karena ter obsesi dengan nilai.

Perangkat pembelajaran sering kali hanya sebuah tulisan yang di unduh dari website kemudian ditumpuk di atas meja tanpa digunakan dan di ambil manfaatnya. Sangat sedikit sekali sekolah yang memberikan pendidikan karakter untuk siswa-siswanya. Jika sudah seperti ini, lalu siapa yang harus memberikan dan mengajarkan pendidikan karakter yang baik untuk siswa kita sehingga benar-benar terbentuk memiliki kepribadian dengan karakter yang unggul dan berbudi luhur.

Bukan cuma angka-angkanya saja tetapi juga akhlaqul karimah. Permasalahan pendidikan memang sangat sulit untuk dipecahkan sampai saat ini . Sebagai bangsa yang cerdas kita harus mencari jalan keluar untuk pendidikan ini. agar generasi bangsa punya karakter yang kuat.

Baca juga :  PTS ( Penilaian Tengah Semester ) Ganjil Kelas 4 SD I Bagian 2

Lalu bagaimana harus memulai perbaikan dan memecahkan masalah ini? Jawabannya ada di dalam diri kita sendiri. Kita semua harus sadar bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sangat kompleks. Tidak sepantasnya kita menyalahkan orang lain, namun kita harus merebah pola pikir kita agar punya karakter. kita harus dapat berbuat sesuatu untuk pendidikan. Apa yang dapat kita perbuat demi anak bangsa ini kalau bukan kita para guru siapa lagi? Kita harus tau bahwa setiap orang mempunyai kelebihan sendiri-sendiri.

Begitu juga dengan siswa, masing-masing siswa mempunyai kreativitas dan keunggulan diri yang berbeda. Sebagai seorang pendidik kita harusnya memiliki dedikasi, loyalitas, semangat, inovatif, terhadap perkembangan pengetahuan dan memberikan yang terbaik bagi siswa kita. Semuanya demi perbaikan mutu pendidikan.

Besar harapan melihat pendidikan ke depan tampak lebih berbeda. Bukan hanya sekedar mengukur pendidikan dengan angka sepuluh sampai seratus saja, tetapi menjadikan sebuah pendidikan bermutu dan berkompetensi di masyarakat. Mewujudkan insan yang berguna bagi masa depannya dan membangun karakter siswa yang lebih baik senada dan seirama dengan pembangunan bangsa. Lakukan sesuatu yang positif sesuai kemampuan dan kapasitas kita sendiri. Semoga pendidikan makin baik di masa mendatang.

semoga sedikit coretan ini ada manfaatnya dan membangkitkan kita dalam membangun karakter siswa . jika ada khilaf kata mohon maaf sebesar besarnya.

 

Gravatar Image
Lahir di Majapahit yang sekarang lebih di kenal dengan nama Mojokerto. Menimba ilmu serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari dari Pengalaman hidup dan menjadi lebih baik.